Cetak
Kategori: Project
Dilihat: 1159



Penelitian telah dilakukan di Lapas Kelas I Cipinang (8 narapidana) Jakarta Timur, Lapas Kelas II A Pemuda Tangerang (6 narapidana) Kota Tangerang, dan Lapas Kelas II Serang (18 narapidana), Kota Serang.

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur sekaligus memberikan bukti ilmiah tentang besarnya pengaruh Therapy Healing Horticulture terhadap agresi narapidana. Metode penelitian dan analisis data menggunakan Model Rasch yang dapat menguji/membuktikan teori dan menyajikan profil hasil analisis dalam satu tabel integratif. Jumlah sampel terpidana sebanyak 32 orang narapidana yang berada di Lapas Jakarta (Cipinang) dan Banten (Tangerang dan Serang).

Hasil analisis menunjukkan bahwa program Therapy Healing Horticulture memiliki kontribusi sebesar 30% terhadap tingkat agresi narapidana. Pengaruh program Therapy Healing Horticulture terhadap agresi dapat disimpulkan bahwa:

  1. Narapidana dengan tingkat agresi tertinggi adalah narapidana yang tidak mendapatkan pelatihan Terapi Hortikultura secara lengkap.
  2. Tingkat agresi yang lebih rendah terlihat dari narapidana yang telah mengikuti program Terapi Hortikultura secara penuh.
  3. Semakin lama durasi waktu berkebun yang dijalani seorang narapidana, semakin rendah tingkat agresinya.
  4. Narapidana yang mendapat bimbingan awal dari Pelatih, cenderung menunjukkan tingkat agresi yang lebih rendah.
  5. Narapidana dengan tingkat agresi yang rendah adalah narapidana yang mendapat pembinaan lebih lanjut dari petugas dan teman-temannya.
  6. Narapidana yang mendapatkan pembinaan secara terus menerus cenderung menunjukkan tingkat agresi yang lebih rendah